Thu. Jan 21st, 2021

Suara sragen

JUJUR AMANAH DAN TERPERCAYA

Waka Polsek Sidoharjo Sragen Bersama Muspika Dan Instansi Terkait Hadiri Kegiatan Sambut Panen Perdana Padi Di Musim Kemarau Di Desa Tenggak Kecamatan Sidoharjo

3 min read

Sragen-Wakil Kepala Kepolian Sektor Sidoharjo Polres Sragen Polda Jawa Tengah IPTU Purwanta dalam kapasitasnya mewakili Kapolsek Sidoharjo IPTU Zainal Arifin bersama jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan ( Muspika) Kecamatan Sidoharjo beserta instansi terkait menghadiri kegiatan Panen perdana padi di musim kemarau di Desa Tenggak , Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Rabu (11/09/2019)

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan, SIK, MH, MIK Melalui Waka Polsek Sidoharjo Polres Sragen IPTU Purwanta dalam kapasitasnya mewakili Kapolsek Sidoharjo IPTU Zainal Arifin bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan ( Muspika) Kecamatan Sidoharjo beserta instansi terkait menghadiri kegiatan Panen perdana padi di musim kemarau di area persawahan balai desa Tenggak , Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Dirjen Tanaman Pangan Republik Indonesia DR.Ir.Suwandi, Msc , Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen Ibu Ir.Eka Rini Mumpuni , Dandim 0725 Sragen yang diwakili oleh KAPTEN Sugeng , Camat Sidoharjo Drs.Susilohono, MM yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan Sidoharjo Ari Widiyatmoko, SSTP , Waka Polsek Sidoharjo IPTU Purwanta , Danramil 04 Sidohajo yang diwakili oleh Pelda Miran , PJS Kepala Desa Tenggak Sukamto bersama perangkat Desa tenggak , Perwakilan Kelompok Tani Kecamatan Sidoharjo.

Dalam Kegiatan Tersebut diawali dengan kata sambutan dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen Ibu Ir.Eka Rini Mumpuni dan dalam inti sambutannya menyampaikan “, Puji syukur kita panjatkan kehadirat Alloh Swt dan  Ucapan selamat datang kepada segenap tamu undangan dan rasa syukur kepada Allah karena nikmat sehat sempat sehingga dapat bekumpul di dalam acara Panen perdana padi di musim kemarau dan Pada panen raya ke 3 ini total yg akan di panen 19.146 hektar luasnya, dengan kondisi yg seperti ini berarti petani sragen sangat open sampai membuat pengairan dengan swadaya sehingga hasil yg di capai dapat maksimal, 100% di daerah ini dapat panen tanpa kendala, tanpa ada hama yg mengganggu meskipun ada sedikit kendala gangguan tikus. akan tetapi dapat diatasi, dengan adannya 28.000 titik bahkan lebih sumur yg dangkal maupun dalam maka pengairan dapat terpenuhi dan dengan adannya banyak sumur di harapkan agan para petani dalam penggunaan air agar tidak berlebihan karena bisa mengganggu pengairan bagi warga masyarakat, asuransi usaha tani dimulai dari tahun 2015, alhamdulillah 25.000 hektar yang mau mengikuti asuransi dan sragen termasuk terbaik, akan tetapi mengalami penurunan alhamdulillah karena hama yg ada di sragen termasuk minim serta pada tahun 2019 tarjet panen sragen sebanyak 15.428 ton sekarang baru terserap 6.000 ton dan langakah kami sudah melaksanakan rapat koordinasi guna memecahkan masalah ini karena terkendala oleh musim kemarau, semoga kami dapat menanganinya sehingga target 2019 dapat terpenuhi mengingat luas lahan pertanian di sragen termasuk luas.

Selanjutnya kata sambutan kedua disampaikan oleh Dirjen Tanaman Pangan Republik Indonesia DR.Ir.Suwandi, Msc dan dalam inti sambutannya menyampaikan “,Puji syukur kita panjatkan kehadirat Alloh Swt dan Ucapan selamat datang kepada segenap tamu undangan dan rasa syukur kepada Allah karena nikmat sehat sempat sehingga dapat bekumpul di dalam acara Panen perdana padi di musim kemarau dan Saya senang mendapat laporan dari Ibu Kadis dan sepanjang perjalanan saya amati persawahan sragen hijau dan menguning, dan di sragen pada bulan september di sragen bisa memanen hasil yg sangat melimpah, padahal pada bulan september termasuk bulan kritis karena harga padi jatuh dan harga pupuk naik karena faktor pembentuk harga ada 5 salah satunya para petani, salah satunnya gunakan pestisida hayati nabati, dengan cara mengurangi pestisida kimia di ganti dengan bahan alami, dengan perbandingan 1 hektar sawah dengan 3 ekor sapi, dengan 3 ekor sapi apabila kotorannya dikumpulkan selama setahun bisa di gunakan untuk pupuk, dan jerami bisa untuk suplai makan sapi selama setahun, dengan menggunakan metode penanaman berbahan pupuk alami maka akan menggunakan beras organik dan nilai jual juga menjadi lebih tinggi

Dan selanjutnya secara simbolis kegiatan diisi dengan Penyerahan bantuan Alsintan dan benih kepada Kelompok tani Sri Makmur

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dan selesai dengan tertib , aman dan lancar.

( LN )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.