Sun. Jan 24th, 2021

Suara sragen

JUJUR AMANAH DAN TERPERCAYA

Koordinasi Kementerian – Lembaga Terus Kembangkan Desmigratif

2 min read

SRAGEN – Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia terus berupaya mengembangkan desa Desmigratif (Desa Migran Produktif) sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian warga tanpa harus bekerja ke luar negeri menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) sekaligus perlindungannya.

 

Pihak kementerian juga menggandeng instansi terkait, termasuk Polri. Petugas pendamping juga terus dilatih agar program desa desmigratif itu sukses.

Hal itu dibahas saat Forum Komunikasi/Diskusi Badan Koordinasi Kehumasan Masyarakat Bakohumas Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2019, di Solo, Rabu siang.

 

Pada kegiatan itu, selain para pejabat, diundang pula petugas pendamping desmigratif di wilayah Jawa Tengah, mulai dari Desa Mojorejo, Desa Pandak, Desa Gabus dan Desa Wonorejo. Kamis (08/08/2019).

 

“Program Desmigratif adalah upaya terobosan kami bekerja sama dengan berbagai kementerian lembaga untuk memberdayakan, meningkatkan pelayanan serta memberi perlindungan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di desa-desa kantong PMI,” ungkap Sekretaris Jenderal Kemenaker, Khairul Anwar, Rabu.

 

Pemberdayaan itu bisa dilakukan dengan pemanfaatan potensi lokal tentunya tidak mengabaikan karakteristik daerah setempat.

 

Desmigratif di sini merupakan desa yang sebagian besar warganya bekerja jadi PMI di luar negeri, memahami sistem penempatan dan perlindungan tenaga kerja baik di dalam maupun luar negeri, memiliki usaha produktif yang mandiri berbasis keluarga PMI, memiliki layanan bagi anak-anak PMI dengan peran aktif pemerintah desa dalam melayani imigrasi serta melibatkan pemangku kepentingan.

 

Pihaknya, sebut Khairul, menyebut punya target membentuk dan fasilitasi 400 pembangunan desmigratif dalam 3 tahun ini.

 

Pada tahun 2016 dibentuk 2 pertama, yakni di Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu Jawa Barat dan Desa Kuripan Kecamatan Watu Malang Kabupaten Wonosobo Jateng.

 

Pada tahun 2017 sebanyak 120 desa, tahun 2018 sebanyak 130 desa dan tahun 2019 sebanyak 150 desa.

 

“Pembentukan Desmigratif merupakan solusi dan bentuk kepedulian serta kehadiran negara dalam upaya meningkatkan pelayanan perlindungan kepada Calon PMI maupun PMI dan anggota keluarganya yang bersifat terkoordinasi dan terintegrasi antarkementerian/lembaga dan pemangku kepentingan lainnya,” lanjutnya.

 

Semnetara itu, Perwakilan Divisi Humas Polri di kegiatan tersebut, AKBP M. Iqbal Alqudusy mengemukakan, pihaknya Div humas Polri, tentu terlibat aktif pada program tersebut.

 

“Diharapkan dengan kunjungan Tim Bakohumas ke desa Mojorejo Karangmalang Sragen ini, kami dapat melihat secara langsung ketahanan PMI, melalui kegiatan keluarga PMI, produk kreatif PMI yang nantinya dapat di jadikan contoh bagi daerah lain ” tambahnya. (eka setiawan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.