Mon. Jan 18th, 2021

Suara sragen

JUJUR AMANAH DAN TERPERCAYA

Dengan Semangat Proklamasi Mengenang Jasa Para Pahlawan Pejuang Kemerdekaan Bangsa Kapolsek Sidoharjo Sragen Hadiri Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke 74 Th 2019 Kecamatan Sidoharjo

5 min read

Sragen- Dengan semangat Proklamasi dalam mengenang jasa – jasa para pahlawan pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia Kapolsek Sidoharjo Polres Sragen Polda Jawa Tengah IPTU Zainal Arifin bersama Jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan ( Muspika ) Sidoharjo menghadiri Upacara Pengibaran Bendera Sangsaka Merah Putih dalam rangka memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 tingkat Kecamatan Sidoharjo, Sabtu (17/08/2019) Pagi tadi.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan, SIK, MH, MIK Melalui Kapolsek Sidoharjo Polres Sragen IPTU Zainal Arifin bersama Jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan ( Muspika ) Sidoharjo menghadiri Upacara Pengibaran Bendera Sangsaka Merah Putih dalam rangka memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 tingkat Kecamatan Sidoharjo dengan Inspektur upacara dijabat oleh Camat Sidoharjo Drs.Susilohono,MM dan Komandan Upacara dijabat oleh Anggota Koramil 04 Sidoharjo Peltu Kuswanto yang bertempat di Lapangan Desa Duyungan , Kecamatan Sidoharjo , Kabupaten Sragen dengan susunan peserta Upacara yang terdiri dari 1 Kompi Korp Pegawai Negeri (Korpri) Se Kecamatan Sidoharjo , 1 Kompi Praja Muda Karana ( Pramuka ) Kwaran Kecamatan Sidoharjo , 1 Kompi Pelajar Sekolah Dasar ( SD) Kecamatan Sidoharjo , 1 Kompi Pelajar Madrasah Iptidaiyah ( MI ) Kecamatan Sidoharjo dan 1 Kompi Linmas dan Ormas Se Kecamatan Sidoharjo.

Dalam Amanat Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan oleh Inspektur Upacara Camat Sidoharjo Drs.Susilohono,MM dan dalam inti amanatnya Menyampaikan “, Bismillahirrohmanirrohim Assalamu’alaikum Warrohmattullohi Wabarohkatu., Salam sejahtera bagi kita semua Om swastiastu , Namo buddhaya Salam kebajikan Jajaran Legislatif, Eksekutif, Yudikatif,TNI/Polri, Para sesepuh Jawa Tengah,Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, DuniaUsaha, Perguruan Tinggi, dan semua Peserta Upacara serta masyarakat JawaTengah yang saya banggakan Seperti ungkapannya Gus Dur, orang tak akan bertanya apa agamamu, apa sukumu ketika berbuat baik. Dalam masa perjuangan setelah kemerdekaan ini sudah semestinya kita tidak membedakan suku, agama atau pun ras. Tak peduli warna kulit, rambut, jenis kelamin, kaya atau pun miskin. Semua sama di mata negara.Founding fathers bangsa ini telah memberi contoh lewat lagu, bukan sekedar gambargembor persatuan Mereka berdarah-darah dalam menegakkan kemerdekaan dan Sebenarnya kita pun mewarisi semangat itu namun karena kadang kita memupuk borok dalam dada, membuat kita terlena hingga dengan rasa tanpa dosa saling menghina dan mencerca, bahkan ada yang nekad hendak mengganti Pancasila Siapa yang mempermasalahkan Agustinus Adi Sucipto sebagai pahlawan? Apakah karena beliau seorang Katolik, lantas yang dari Hindu,Budha, Islam, Kristen dan Kong Hu ChuKemudian Albertus Soegijapranata. Beliau merupakan uskup pribumi pertama di Indonesia.Bahkan karena nasionalismenya keras, beliau tidak henti-hentinya mengagungkan semboyan”100% Katholik, 100% Indonesia” dan ungkapanitu terus berdengung hingga kini lantas mari kita tengok pahlawan dariBudha, yang merupakan saudara kita sendiri dariBanyumas, Letjen Gatot Subroto.Yang tidak kalah penting perannya dalam perjuangan adalah saudara-saudara kita dari Tionghoa ada Yap Tjwan Bing lahir pada 31 Oktober 1910 di Solo. Beliau merupakan satu satunya anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dari Tionghoa dan turut hadir dalam pengesahan UUD 1945 dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 18 Agustus 1945 dan ada pula Liem Koen Hian merupakan salah satu anggota dari Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Bahkan beliaujadi salah satu inspirator Bung Karno ketika pidato di majelis BPUPKI tentang berdirinya negara yang tanpa berasaskan ras undine agama Dan sepatutnya kita pun berterima kasih pada tokoh keturunan Arab, Faradj bin Said bin Awak Martak Pedagang kelahiran Yaman Selatan ini dengan berani menyediakan rumahnya di Pegangsaan Timur No 56 sebagai lokasi Proklamasi kemerdekaan RI dan lantas siapa yang mempermasalahkan kepahlawanannya I Gusti Ngurah Rai, UntungSuropati, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari karena agamanya? Bibit jiwa kita adalah bibit tepo seliro, bibit andarbeni, bibit paseduluran Pancasila sebagai dasar Republik adalah harga mati tidak bisa ditawar dan harus kita tanam sedalam-dalamnya di Bumi Pertiwi dan Pancasila inilah sebagai induk semangnya negara ini, yang di dalamnya bersemayam ajaran-ajaran agama: Hindu, Budha, Islam, Katolik, Konghucu dan Kristen. Yang di dalamnya bersemayam spirit-spirit berasaskan kebudayaan Nusantara.

Kalaulah sistem pemerintahannya pernah berubah, toh akhirnya jiwa-jiwa yang telah menyatu dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Rote tidak bisa dipisahkan Sejarah mencatat, setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 sistem pemerintahan sempat berganti menjadi Republik Indonesia Serikat pada 27 Desember 1949. Namun akhirnya sejak 17 Agustus 1950 Tanah Air ini kembali tegak berdiri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sampai kapan? Seperti ungkapan Bung Karno, “Di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia yang kekal dan abadi.”Bung Karno mengatakan, “Kalau sayaperas yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan indonesia yang tulen, yaitu perkataan “, GOTONG ROYONG “, Gotong-royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantu binantu bersama. Amal semua buat kepentingansemua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama tekad kebersamaan, senasib sepenang gungan inilah yang terus kita emban untuk menghadapi zaman Sejak dilahirkan Indonesia mendapat berbagai tantangan dan persoalanberat, mulai dari seringnya bencana alam, korupsi, konflik sosial, gerakan separatisme dan radikalisme Belum lagi tantangan modernisasi yang bergerak seiring dentang jam dan jangan lagi ada niatan mengganti ideologi bangsa, jangan lagi ada ungkapan, “Ah kamu Batak, ah kamu Irian, ah kamu Bugis, ah kamu Sunda, ah kamu Madura, ah kamu Jawa.” Jangan lagi ada perbincangan kita harus melompat jauh Bangsa Cina dan India telah bergerak menuju Bulan, bangsa Amerika telah bersiap membangun perumahan di Mars. Meski saat ini kita belum mampu, jangan biarkan anak-anak kita hanya jadi penonton atas keberhasilan bangsa lain. Kita siapkan mereka saat ini, kita bekali mereka dengan ilmu pengetahuan dan semangat toleran, agar mereka juga bisa sampai ke Bulan, ke Mars, dan Galaksi lain dan kita lah yang menanggung dosa besar jika mereka tertinggal. Kitalah yang menanggung dosa besar jika mereka diremehkan dan juga Kita lah yang menanggung dosa besar jika mereka dilecehkan dan Gold generation harus benar-benar tercipta di tahun 2040, 20 tahun lagi. dan mulai sekarang segala daya upaya, tenaga dan pikiran, jiwa dan raga kita kerahkan untuk masa depan cemerlang anak anak kita. Kita rebut kembali kejayaan Majapahit yang mampu ekspansi ke bagian bumi di Utara dan anak-anak kita harus jadi arus besar perubahan yang meluncur ke Utara, ke seluruh bagian di penjuru dunia. Inilah saatnya kita kirim arus balik, setelah sekian lama kita diterpa berbagai kemajuan dari belahan bumi lain dan wahai pemuda, persiapkan mental dan akalmu , Jangan melempem berhadapan dengan bangsa lain, jangan lembek ketika ada yang mengejek , Kepalkan tekadmu, bulatkan semangatmu.Saudara-saudaraku, semua hal itu akanmampu kita hadapi dengan satu senjata, kebersamaan. Persatuan Indonesia Kita ini diciptakan atas satu jalinan sebagai sapu lidi, yang jika lepas ikatannya ambyar kebangsaan kita, ambyar negara kita, ambyar Indonesia Raya. Sejarah telah mengikat kuat kita, perasaan senasib sepenanggungan telah menyatukan kita, dan Pancasila telah mendasari kita sebagai bangsa dan negara yang besar dan yakinlah kecemerlangan bangsa ini takkan lama di Indonesia akan berjaya seribu windu lamanya, bahkan lebih sekian dan terima kasih “, MERDEKA! Wabillahi Taufik wal hidayah Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua Om swastiastu Namo buddhayaSalam kebajikan.

Seluruh rangkaian Upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 tingkat Kecamatan Sidoharjo berjalan dan selesai dengan aman , tertib dan lancar.

( LN )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.